featured, resensi

Takasugi’s Lunch Box

Walaupun sudah berusia 31 tahun dan bergelar doktor, status Harumi Takatsugi, bujangan, masih pengangguran. Tugasnya hanya membantu di ruang penelitian universitas. Dengan kondisi demikian tiba-tiba dia “ditimpa” kewajiban untuk merawat sepupunya Kururi yang masih berusia 12 tahun. Kururi adalah putri tunggal Miya, bibi Harumi, yang meninggal karena kecelakaan. Dalam wasiatnya Miya mempercayakan Kururi pada Harumi.

5746b-57960
Terjadilah kondisi membingungkan, karena selain mereka baru kenal, Harumi harus mengasuh seorang anak perempuan pendiam, tidak suka bergaul, namun sangat mandiri. Saking mandirinya malah seperti Harumi yang dibantu oleh Kururi! Harumi pun berusaha agar kondisi tidak terbalik, satu2nya cara yang dia bisa lihat adalah membuatkan bekal untuk Kururi.

Tema dari  Takasugi’s Lunch Box atau Takasugi-san Chi no Obentou ini sederhana : tentang membuat bekal alias bento. Di Jepang, bekal adalah benda wajib yang biasa dibikin oleh para ibu-ibu, biasanya secantik, selengkap, dan sepadat gizi mungkin. Ketika jam makan siang, seringkali bento menjadi bahan pembicaraan para siswa dikala makan bersama.

Bila membaca, kita yang tinggal di Indonesia, bisa mendapat gambaran,betapa mandirinya orang2 Jepang-bahkan anak-anaknya, dalam kehidupan sehari-hari. Mereka berbelanja, memasak, dan merapikan rumah tanpa pembantu sama sekali. Sesibuk apapun, pagi-pagi menyempatkan diri untuk membuat bento. Bekal yang sehat juga menjadi kunci dari pembuatan bento. Ini, salah satu kisah laporan langsung tentang kehidupan domestik orang Jepang sehari-hari.

Kita juga akan tergeli-geli melihat kelakuan Kururi yang seperti dewasa sebelum waktunya. Selalu menghitung pengeluaran rumah (dia sebut diary), bahkan mencatat dengan rajin kapan waktu obral supermarket. Sementara banyak dari kita yang penting memasukkan barang ke dalam keranjang.

Namanya juga cerita, kalau dalam kondisi sesungguhnya hampir mustahil menyerahkan pengasuhan seorang anak baru gede kepada seorang pria lajang. Sehingga Harumi selalu menghadapi pandangan “aneh” masyarakat yang menganggap dia seorang cabul karena tinggal bersama anak gadis cantik. Padahal Harumi sendiri adalah pria super kikuk, yang tidak tahu banyak tentang pergaulan, selain dengan dua rekannya di Universitas.

Sangat menarik mengetahui bagaimana perkembangan Kurumi kedepannya. Serta jenis bento2nya, tentu saja *nyam*

Awas!

Kisah ini untuk orang dewasa. Akan sulit menjelaskan kepada pembaca dibawah umur mengenai pria tinggal bersama anak gadis, kemudian ada sedikit fans service.

 

Iklan

2 thoughts on “Takasugi’s Lunch Box”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s