resensi

Wolf Children Ame and Yuki

Pertama kali mendengar kata wolf bergabung dengan manusia, ingatan kembali ke film Twilight yang menuai banyak opini, pujian dan sinisme.

Kisah Wolf Children besutan sutradara Mamoru Hosoda ini tidak melulu mengusung romansa manusia dan jejadian. Tetapi lebih ke...what if...bagaimana bila seorang manusia mengasuh anak separuh serigala? Nuansa parentingnya kental disana lebih dari sekedar roman picisan. 

Hana adalah mahasiswi di universitas pinggiran Tokyo, ketika ia jatuh cinta pada seorang pemuda yang tidak jelas asal-usulnya dan ternyata adalah….manusia serigala. Walaupun demikian tidak ada yang bisa menghentikan cinta mereka, sampai akhirnya lahirlah dua orang anak Yuki dan Ame.

Permasalahan terjadi ketika sang ayah manusia serigala mendadak wafat. Bagaimana Hana membesarkan Yuki dan Ame seorang diri sebagai single parent? Membesarkan anak manusia biasa saja sudah cukup kompleks, apalagi mereka yang sewaktu-waktu bisa keluar kuping dan ekor, hobi mengaung di malam hari.  Akhirnya timbul pertanyaan, apakah mereka kelak akan memilih jadi manusia atau serigala? Bagaimana cara agar mereka bisa memahami arti pilihan2 itu?

Ini adalah kisah perjuangan seorang ibu membesarkan anak-anaknya yang masih kecil seorang diri. Bagaimana mendidik, memfasilitasi dan mendorong mereka dalam menempuh jalan hidup masing-masing. Dan yang paling penting, mengikhlaskan apapun pilihan mereka.

Orang dewasa akan lebih mudah menyelami secara keseluruhan, segala konflik bathin dan proses yang dialami oleh Hana. Apalagi bila orang dewasa itu adalah seorang parent.

animeVersi anime dari Wolf Children

Saya lebih merekomendasikan kisah ini kepada orang tua ketimbang yang lain. Karena merekalah target yang lebih pantas dalam menikmati kisahnya.

Awas!

Scene dewasa ketika Hana tinggal bersama Manusia Serigala.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s