resensi

Girls In The Dark

girlIni adalah karya Akiyoshi Rikako pertama yang saya baca. Tidak banyak novel psikologi- kriminal asal Jepang yang diterbitkan di Indonesia. Sebetulnya novel ini sudah lama terbit yaitu tahun 2013, namun baru tahun 2015 ini saya bisa menikmati cetak ulangnya dengan bonus cerpen.

Sinopsis Novel

Shiraishi Itsumi, pendiri Klub Sastra di sebuah sekolah, sangat populer dengan kecantikan dan kharismanya ditemukan berlumuran darah dengan setangkai bunga lily di tangan. Tidak ada yang tahu apakah itu bunuh diri atau pembunuhan.

Tetapi enam anggota Klub Sastra ternyata memiliki teori sendiri mengenai penyebab kematiannya. Dan dalam pertemuan unik, yang melibatkan tradisi Yami-Nabe, mereka berkumpul dalam kegelapan membacakan sebuah cerita pendek yang berisi kesan serta hipotesa masing-masing mengenai siapa pembunuh Itsumi….

Apakah ini akan menghentikan pembunuh sesungguhnya?

Resensi Novel

Akiyoshi Rikako memaparkan kisahnya dalam kondisi dan gaya penceritaan yang unik. Seperti sebuah narasi di awal sebuah pertunjukkan drama. Benar. Pertama kali membacanya, saya merasa koneksi kuat dengan sebuah drama, dimana memiliki panggung, sutradara, aktor, aktris, serta pemeran pembantu. Saat masing-masing anak menceritakan karya mereka masing-masing, kita diajak menelusuri latar belakang mengapa mereka kagum atau merasa terikat dengan sebuah karakter bernama Shiraisi Itsumi. Gaya bahasa mereka pun menunjukkan kepribadian masing-masing.

Itu adalah bagian dari plot twist.

Saya sempat mencium sebuah hint dari perkataan salah satu karakter. Tetapi berkat kelihaian pengarang memaparkan, sempat diabaikan. Dan siapa nyana di ending twistnya diputar kembali.

Yang tidak kalah menarik adalah “panggung” dari kisah ini. Seperti nuansa elegan yang dihadirkan di ruang Klub Sastra, berbagai hidangan kue Eropa, suasana glamour terselubung. Demikian juga karya sastra klasik dan modern yang mereka lalap. Semua digambarkan terpadu dengan suasana sosialisasi di kalangan siswi-siswi sekolah elit Jepang. Kita bisa mengira-ngira seperti apa kondisi mereka sehari-hari. Termasuk naksiran2 antar sesama jenis. Agak membuat mulas, sih.

Bisa saya simpulkan bahwa membaca novel ini seperti menyaksikan sebuah pentas yang terjadi di sebuah malam menjelang badai dalam suasana mencekam. Walaupun tidak ada nuansa thriller yang membuatmu merasa dikejar-kejar, rasa penasarannya sudah mengejarmu untuk menonton pentas ini sampai akhir. Tidak mengecewakan.

Bonus cerpen “Hukuman Telak” yang ada pada cetakan baru cukup menarik. Berkisah tentang seorang suami yang selingkuh dan ketahuan istrinya. Hilarious!

Menantikan karya Akiyoshi Rikako selanjutnya.

Pengarang : Akiyoshi Rikako
Judul Asli : Ankoku Joshi
Penerbit Jepang : Futabasha Publisher
Penerbit Indonesia : Penerbit Haru
Tebal : 284 halaman
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s