catatan, resensi

Novel Jepang, Sebuah Opini

novels

*Geret pena….memaksakan diri untuk menulis*

Setelah beberapa lama membaca beberapa novel Jepang terjemahan Indonesia. Saya menemukan banyak hal baru. Continue reading “Novel Jepang, Sebuah Opini”

Iklan
resensi

The After-Dinner Mysteries

Sinopsis Novel

Hosho Reiko adalah seorang “tuan putri” dari grup konglomerat Hosho. Walaupun demikian dia memilih bekerja di kepolisian sebagai detektif. Sialnya, dia mendapatkan atasan Komandan Kazamatsuri, yang bukan saja tidak begitu pintar, tetapi juga menyebalkan.

Selama memecahkan kasus-kasus, Reiko tidak sendiri. Dia seringkali dibantu oleh “buttler”-nya yang setia, berotak super, tapi bermulut kejam, Kageyama.

Buku ini berkisah tentang tujuh kasus yang mereka berdua pecahkan setelah makan malam.

Continue reading “The After-Dinner Mysteries”

resensi

The Dead Returns

dead

Ini adalah karya Akiyoshi Rikako yang kedua bagi saya. Desain sampulnya memiliki nuansa seragam dengan karya sebelumnya sehingga tampak menarik jika disejajarkan.

Sinopsis Novel

Koyama Nobuo malam itu didorong dari tebing. Ketika terbangun dia mendapatkan dirinya selamat dan…menjadi seorang lain! Rupanya ia malam itu bertukar tubuh dengan seseorang pemuda sebaya, Takahashi Shinji, yang juga terjatuh dari tebing ketika mencoba menolongnya.

Kesempatan hidup kedua ini ia manfaatkan untuk mencari siapa si pembunuh.

Bukan hal yang mudah, karena tersangkanya cukup banyak, yaitu 35 orang teman sekelasnya.  Continue reading “The Dead Returns”

resensi

Girls In The Dark

girlIni adalah karya Akiyoshi Rikako pertama yang saya baca. Tidak banyak novel psikologi- kriminal asal Jepang yang diterbitkan di Indonesia. Sebetulnya novel ini sudah lama terbit yaitu tahun 2013, namun baru tahun 2015 ini saya bisa menikmati cetak ulangnya dengan bonus cerpen.

Sinopsis Novel

Shiraishi Itsumi, pendiri Klub Sastra di sebuah sekolah, sangat populer dengan kecantikan dan kharismanya ditemukan berlumuran darah dengan setangkai bunga lily di tangan. Tidak ada yang tahu apakah itu bunuh diri atau pembunuhan. Continue reading “Girls In The Dark”

resensi

Wolf Children Ame and Yuki

Pertama kali mendengar kata wolf bergabung dengan manusia, ingatan kembali ke film Twilight yang menuai banyak opini, pujian dan sinisme.

Kisah Wolf Children besutan sutradara Mamoru Hosoda ini tidak melulu mengusung romansa manusia dan jejadian. Tetapi lebih ke...what if...bagaimana bila seorang manusia mengasuh anak separuh serigala? Nuansa parentingnya kental disana lebih dari sekedar roman picisan. 

Continue reading “Wolf Children Ame and Yuki”

featured, resensi

Takasugi’s Lunch Box

Walaupun sudah berusia 31 tahun dan bergelar doktor, status Harumi Takatsugi, bujangan, masih pengangguran. Tugasnya hanya membantu di ruang penelitian universitas. Dengan kondisi demikian tiba-tiba dia “ditimpa” kewajiban untuk merawat sepupunya Kururi yang masih berusia 12 tahun. Kururi adalah putri tunggal Miya, bibi Harumi, yang meninggal karena kecelakaan. Dalam wasiatnya Miya mempercayakan Kururi pada Harumi.

Continue reading “Takasugi’s Lunch Box”