catatan

Tips Pensiun Jadi Otaku

otaku

Blog ini sempat menuai kenaikan traffic di postingan “Perkembangan Memprihatinkan Sebuah Budaya Sub Kultur Jepang di Indonesia”. Belakangan ini juga menghadapi pertanyaan-pertanyaan dari mereka yang ingin “pensiun” dari kefanatikan dunia budaya sub kultur, namun susah lepas karena keterpikatan yang terlalu besar.

Dia tidak sendiri. Masih banyak pencinta lama yang masih sempet2in nonton dan ikut ke acara-acara dengan alasan “NOSTALGIA”. Juga mengoleksi ratusan film dan lagu. Continue reading “Tips Pensiun Jadi Otaku”

resensi

Wolf Children Ame and Yuki

Pertama kali mendengar kata wolf bergabung dengan manusia, ingatan kembali ke film Twilight yang menuai banyak opini, pujian dan sinisme.

Kisah Wolf Children besutan sutradara Mamoru Hosoda ini tidak melulu mengusung romansa manusia dan jejadian. Tetapi lebih ke...what if...bagaimana bila seorang manusia mengasuh anak separuh serigala? Nuansa parentingnya kental disana lebih dari sekedar roman picisan. 

Continue reading “Wolf Children Ame and Yuki”

catatan, featured

Perkembangan Memprihatinkan Budaya Sub Kultur Jepang di Indonesia

Beberapa kali saya menemukan penggemar lama budaya subkultur yang menyukai anime manga (di Indonesia) mengeluhkan bahwa penggemar kegemaran ini semakin menakutkan. Mungkin belum ada yang sampai seperti di Jepang, sampai menikah dengan bantal karakter, bahkan melakukan pembunuhan (eh? atau sudah?). Namun sikap konsumtif yang tidak terkontrol, sudah sampai pada tahap yang mengherankan. Juga hilangnya kemampuan untuk bicara santun serta bersikap sopan.

Continue reading “Perkembangan Memprihatinkan Budaya Sub Kultur Jepang di Indonesia”